Berusaha positif ketika hidup lagi gak baik-baik aja pastinya sulit. Mau yakin kalau rejeki gak akan tertukar, tapi sadar masih banyak kandidat lain yang lebih bagus. Mau percaya pasti bisa dapet rejeki terbaik, tapi bertanya-tanya kenapa rejeki orang terlihat lebih melimpah. Beberapa situasi mengharuskan kita untuk berpikir realistis, yang mau tidak mau membuat kita memikirkan kemungkinan terburuk. Berpikiran pesimis dan menjadi realistis, keduanya bisa terdengar mirip. Berikut enam perbandingan untuk bantu kamu membedakan keduanya. 1. Realistis fokus ke apa yang benar, pesimis mengasumsikan yang terburuk Kenyataan memang gak selalu indah. Segala sesuatu gak selalu berjalan sesuai keinginan. Orang yang realistis mencoba melihat kenyataan secara apa adanya, tanpa berusaha memaksakan harapan positif yang palsu. Di sisi lain, orang dengan pemikiran pesimis cenderung fokus pada hal-hal yang bisa salah, meskipun tanpa ada bukti yang kuat. 2. Fokus pada mencari solusi secara ...
Kumpulan informasi Kesehatan, Ebook, Buku dan Software, Photography